









Dalam dunia desain interior, gaya Classic selalu menjadi pilihan favorit karena tampilannya yang timeless, elegan, dan tidak lekang oleh waktu. Namun, tahukah Anda bahwa gaya Classic terbagi ke dalam beberapa pendekatan, dua di antaranya yang paling populer adalah American Classic dan European Classic?
Meskipun keduanya berakar dari desain klasik Eropa, American Classic dan European Classic memiliki karakter, suasana, serta penerapan yang berbeda. Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaannya agar dapat memilih gaya yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakter ruang. Maka dari itu, di artikel ini kita akan sama-sama membedah perbedaan American vs European Classic interior design style agar sobat Aica dapat menentukan gaya yang paling sesuai untuk proyekmu selanjutnya!

Gaya European Classic berkembang pada awal abad ke-21, khususnya di ibu kota-ibu kota Eropa. Gaya ini mewakili interpretasi yang lebih kontemporer dari desain klasik, menyeimbangkan tradisi dengan inovasi.
European Classic dikenal melalui detail ornamental yang kaya, proporsi ruang yang megah, serta komposisi desain yang simetris. Elemen seperti panel dinding klasik, molding berlapis, kolom dekoratif, serta plafon tinggi menjadi ciri utama yang menciptakan kesan elegan dan prestisius. Setiap detail dirancang dengan presisi untuk menghadirkan nuansa interior yang berkelas dan timeless.
Dari sisi material, gaya ini identik dengan tampilan visual yang mewah dan berkarakter. Penggunaan motif marmer, kayu bertekstur klasik, serta palet warna lembut seperti krem, ivory, dan pastel sering dipadukan dengan aksen emas atau bronze. Furnitur dengan ukiran detail dan siluet anggun turut memperkuat kesan artistik dan aristokrat pada ruang.

Sedikit berbeda dengan European Classic, gaya American Classic mulai berkembang pada awal abad ke-20. Gaya ini mengadaptasi elemen klasisisme Eropa dan memadukannya dengan kepraktisan serta gaya hidup masyarakat Amerika. Hasilnya adalah desain interior yang tetap elegan namun terasa lebih hangat, nyaman, dan fungsional.
American Classic menampilkan detail klasik yang cenderung lebih sederhana dan clean. Molding dan panel dinding tetap digunakan, namun tanpa ornamen berlebihan. Tata ruangnya cenderung lebih terbuka dan fleksibel, mendukung aktivitas keluarga serta kebutuhan sehari-hari tanpa menghilangkan nilai estetika.
Palet warna American Classic didominasi oleh warna-warna netral hangat seperti beige, soft blue, dan hijau sage. Furnitur berukuran proporsional dengan bantalan empuk menjadi elemen utama, menonjolkan kenyamanan sekaligus menciptakan suasana yang welcoming dan timeless.
Beruntungnya, AICA menawarkan lebih dari 400 pilihan motif HPL yang dapat Sobat AICA pilih, mulai dari warna solid hingga motif stone dengan tampilan menyerupai marmer, untuk mendukung berbagai konsep desain interior!
Gimana, sobat AICA? Kalau kamu Tim American Classic atau European Classic? Apapun pilihannya, pastikan material yang kamu gunakan aman dan berkualitas agar desain rumahmu nggak cuma estetik tapi juga bisa menunjang aktivitas sehari-harimu, yaitu dengan memilih HPL dari AICA. Kunjungi website AICA sekarang untuk menjelajahi produk dan motif favoritmu!
BAGIKAN